Guru Pintar pasti pernah menjumpai sebagian siswa yang suka mengobrol pas aktivitas pembelajaran berlangsung. Apalagi kalau mereka asyik mengobrol sambil bersenda gurau, pasti saja akan mengganggu proses aktivitas belajar mengajar (KBM). Setiap guru pasti dambakan seluruh siswanya fokus dan konsentrasi pas belajar lalu bagaimana mereka bisa mendapatkan beasiswa. Mereka mengikuti proses pembelajaran bersama teratur dan penuh kedisiplinan.
Akan tapi di lapangan terkadang perihal sebaliknya kerap terjadi. Saat sedang mengajar, tersedia saja siswa-siswa yang sibuk mengobrol hingga bercanda agar berpotensi mengganggu tidak cuma guru mengajar di kelas, tapi juga teman-teman lain yang sedang sungguh-sungguh belajar. Nah, Apa yang Guru Pintar laksanakan pas menemui kejadian seperti ini? Berikut ini adalah sebagian cara yang dapat Guru Pintar laksanakan untuk mengelola kelas agar pembelajaran selalu terjadi bersama teratur dan lancar.
1. Cari Tahu Penyebabnya
Suasana kelas yang tenang adalah dambaan seluruh guru dan biasanya siswa. Jika terjadi kegaduhan atau keramaian karena siswa asyik berkata dan bercanda bersama teman-temannya, perihal pertama yang mesti Guru Pintar laksanakan adalah cari paham penyebabnya. Ada siswa suka ngobrol bersama temannya karena bosan, mengalami kesulitan pas belajar, melacak perhatian, atau karena keadaan kelas yang membuatnya mempunyai peluang untuk mengobrol. Dengan paham karena siswa suka mengobrol, Guru Pintar dapat melacak kiat yang tepat untuk menangani perihal tersebut. Misalnya kalau siswa suka mengobrol karena posisi duduk dekat bersama siswa yang mempunyai style sama, maka mesti diatur lagi lagi posisi tempat duduk para siswa.
2. Gunakan Metode Belajar yang Bervariasi
Mengatasi siswa mengobrol pas guru mengajar mesti dijalankan bersama tepat agar tidak menjadi kebiasaan. Siswa terasa berbuat ulah seperti mengobrol atau bercanda dapat juga disebabkan oleh rasa jenuh terhadap cara guru mengajar. Oleh karena itu, tidak tersedia salahnya kalau Guru Pintar menerapkan metode belajar yang bervariasi. Metode pembelajaran yang menyenangkan dan berarti dapat memicu siswa antusias di dalam belajar dan selalu menunggu-nunggu pelajaran yang diajar oleh Guru Pintar. Rasa dambakan paham yang muncul memicu mereka lebih fokus belajar agar keinginan untuk belajar dapat diredam.
3. Buat Aturan yang Tegas dan Jelas
Mengatasi cii-ciri siswa yang tidak tekun dan tidak cukup sopan terhadap gurunya, juga formalitas mengobrol, mesti dijalankan bersama memicu aturan yang tegas dan jelas. Sebaiknya aturan-aturan yang diberlakukan di kelas dibuat bersama bersama siswa di awal pembelajaran. Libatkan seluruh siswa agar mereka mempunyai rasa “memiliki” dan juga menghidupkan komitmen untuk mematuhi aturan yang sudah dibuat bersama. Aturan meliputi apa saja yang mesti dijalankan siswa pas belajar, apa yang tidak boleh dijalankan pas pembelajaran, dan konsekuensi apa yang akan didapatkan bagi siswa yang melanggar peraturan. Aturan mesti tegas agar siswa tidak melanggar dan aturan mesti paham agar siswa tidak tidak benar paham terhadap aturan yang sudah dibuat.
4. Berikan Peringatan Non Verbal
Cara menangani siswa yang ribut di kelas seterusnya yang dapat Guru Pintar cobalah adalah bersama beri tambahan peringatan non verbal. Beritahukan kode-kode tertentu di awal pembelajaran agar siswa paham maksud kode tersebut dan dapat dijalankan. Contoh peringatan non verbal bila bersama bertepuk tangan 2 kali, berharap siswa laksanakan tepuk diam, menempatkan jari di depan bibir, membunyikan alat seperti marakas atau peluit, dan lain sebagainya.
5. Sabar dan Jangan Gunakan Suara Keras
Cara menguasai kelas yang ramai bersama membentak atau bersuara keras bukanlah perihal yang direkomendasi di dalam pembelajaran. Apalagi hingga memarahi siswa di depan teman-temannya, pasti amat tidak bijaksana. Menunjukkan kemarahan kepada siswa secara agresif bukanlah solusi yang bagus. Alih-alih memicu siswa disiplin, tambah dapat saja mengakibatkan kerusakan mental siswa. Selain kode-kode non verbal, Guru Pintar juga dapat memicu peringatan verbal bila bersama beristigfar, memanggil nama kelas, bernyanyi, dan lain sebagainya. Sebaiknya jangan menggunakan suara bersama volume tinggi karena semakin memicu siswa untuk mengeraskan suaranya dan kelas menjadi semakin gaduh.
6. Berikan Apresiasi Kepada Siswa yang Tertib
Menguasai kelas yang ramai adalah tantangan baik bagi guru baru maupun guru lama. Sering kali kalau kelas ramai, guru cuma fokus terhadap siswa yang ramai saja. Nah, cobalah untuk laksanakan sebaliknya. Saat kelas gaduh, Guru Pintar dapat beri tambahan apresiasi kepada siswa yang tertib.
Guru Pintar dapat beri tambahan reward atau pujian kepada siswa yang teratur bersama menyebutkan langsung nama siswanya. Misalnya “Terima kasih Nina, sudah teratur dan mendengarkan Bu guru” atau “terima kasih terhadap siswa yang duduk di baris depan dan sedang karena selalu tenang dan mendengarkan penjelasan Bu guru.” Mendengar perihal ini, siswa yang tadinya berisik akan termotivasi menjadi teratur seperti kawan yang sudah disebutkan oleh gurunya.