Pendekatan yang Digunakan untuk Training Need Assessment

Training Need Assessment atau TNA sangat dibutuhkan untuk menunjang perkembangan perusahaan kedepannya. TNA tersebut merupakan proses untuk melakukan penilaian yang dibutuhkan pada karyawan sehingga bisa menemukan potensi yang dipunyainya. Sehingga dengan mengetahui potensi tersebut akan bisa memastikan perusahaan memberikan posisi yang tepat untuk bisa memaksimalkan potensi karyawan tersebut. Selain itu, dengan assessment juga akan menemukan kemampuan yang kurang dipunyai. Sehingga juga bisa menjadi data yang digunakan untuk memberikan pelatihan bagi karyawan untuk mengembangkan kemampuannya yang masih kurang.

Dari manfaat TNA tersebut, maka perusahaan dapat memanfaatkan penilaian tersebut untuk bisa mendapatkan manfaat bagi perusahaan kedepannya. Untuk melakukan TNA tersebut bisa dengan menggunakan layanan dari lembaga pelatihan seperti Prasmul-ELI yang juga memberikan program TNA yang bisa dipilih. Prasmul ELI mempunyai program yang mempunyai penilaian bagi individu maupun karyawan di perusahaan untuk membantu mengenali potensi dan pelatihan yang dibutuhkan karyawan. Penilaian tersebut mempunyai keunggulan karena bisa dilakukan secara online, sehingga akan memudahkan untuk melakukannya. TNA biasanya mempunyai beberapa pendekatan yang bisa digunakan, sehingga mendapatkan hasil yang dibutuhkan. Adapun cara pendekatan untuk melakukan TNA adalah:

1. Organization based need analysis

Pendekatan pertama yang bisa digunakan untuk menyusun training need assessment adalah dengan organizational based need analysis. Hal ini merupakan pendekatan yang membutuhkan pelatihan dari kebutuhan strategis yang dipunyai oleh perusahaan. Sehingga hal ini akan bisa untuk memberikan respon di masa depan dan menghindari hal yang tidak diinginkan. Pendekatan menggunakan organization based need analis ini bisa memperhatikan kebutuhan perusahaan dengan memperhatikan analisis tujuan organisasi, sumber daya, analisis lingkungan, internal organisasi, hingga iklim di dalam perusahaan tersebut. Sehingga dengan beberapa hal tersebut akan bisa memutuskan kebutuhan organisasi yang lebih tepat.

2. Job competencies based need analysis

Menyusun TNA selanjutnya juga bisa menggunakan pendekatan dari job competencies based need analysis. Analisa ini merupakan pendekatan yang digunakan untuk bisa memutuskan karyawan yang membutuhkan pelatihan. Hal tersebut tentunya dengan memperhatikan jabatan yang dipunyai karyawan sehingga akan bisa untuk membuatnya mempunyai keahlian yang bisa disesuaikan dengan kebutuhan pekerjaan dari jabatan yang dimilikinya. Pendekatan ini bisa dengan menggunakan pendekatan sesuai kompetensi jabatan yang akan bisa menyiapkan modus yang sesuai dengan kebutuhan pelatihan dari kompetensi tersebut.

3. Person competencies based analisis

Pendekatan terakhir yang bisa digunakan untuk menyusun TNA yang tepat dan bermanfaat bagi diri maupun perusahaan adalah dari person competencies based analisis. Analisa ini berdasarkan dari kompetensi yang dipunyai oleh karyawan. Sehingga penilaian akan dilakukan dari identifikasi siapa dan juga karyawan yang akan membutuhkan pelatihan untuk mendapatkan kemampuan atau kompetensi baru yang bisa untuk menunjang pekerjaannya di perusahaan. Sehingga hal ini akan bisa untuk mengurangi gap atau kesenjangan kemampuan yang dipunyai karena memberikan pelatihan bagi karyawan atau orang dengan tepat untuk bisa meningkatkan kemampuan yang dibutuhkan perusahaan.

Fungsi setelah menggunakan Training Need Assessment yang mempunyai pendekatan untuk mendapatkan hasil yang tepat dan akurat, maka bisa langsung untuk dapat menyusun program pelatihan yang tepat. Dari TNA hingga menyusun program pelatihan tepat bagi perusahaan tersebut bisa menggunakan layanan dari Prasmul-ELI. Lembaga pelatihan ini menawarkan layanan on demand assessment program hingga program pelatihan yang bisa disesuaikan dengan kebutuhan perusahaan dari hasil TNA yang diberikan lewat online menggunakan online profiler dan Caliper profiling.

Sumber : https://prasmul-eli.co/id/articles/Pengertian-Training-Needs-Analysis-di-Perusahaan